Duel Maut Pemuda di Sumsel, Satu Nyawa Melayang Akibat Pertikaian Sengit
Sumatera Selatan – Sebuah duel maut yang melibatkan dua pemuda terjadi di wilayah Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan. Akibatnya, satu orang pemuda tewas setelah terlibat pertikaian sengit dengan lawannya. Peristiwa tragis ini mengguncang warga sekitar dan menjadi perhatian serius aparat kepolisian.
Kejadian duel maut ini terjadi pada hari Jumat, 30 Agustus 2024, di sebuah kebun sawit di Desa Bunga Mayang, Kecamatan Jayapura, OKU Timur. Korban, yang diketahui bernama Nur Kholiq (33), tewas setelah mengalami luka bacok yang parah di sekujur tubuhnya. Sementara itu, lawannya, Beben Kusnadi (28), juga mengalami luka-luka akibat perkelahian tersebut.
“Dari informasi yang didapat, keduanya terlibat perkelahian yang berujung pada kematian satu orang,” ujar Kapolres OKU Timur, AKBP Dwi Agung Setyono, melalui Kasat Reskrim AKP Hamsal, Sabtu (31/8/2024).
Dari hasil penyelidikan awal, diketahui bahwa duel maut ini dipicu oleh masalah pribadi antara kedua pemuda tersebut. Keduanya diduga memiliki dendam lama yang akhirnya memuncak pada perkelahian berdarah tersebut.
“Motif sementara, diduga karena masalah pribadi. Namun, kami masih terus mendalami kasus ini untuk mengetahui motif sebenarnya,” jelas AKP Hamsal.
Setelah kejadian duel maut tersebut, Beben Kusnadi langsung melarikan diri dari lokasi kejadian. Namun, berkat kesigapan aparat kepolisian, pelaku berhasil ditangkap beberapa jam kemudian di tempat persembunyiannya.
“Pelaku berhasil kami tangkap di tempat persembunyiannya. Saat ini, pelaku sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolres OKU Timur,” ungkap AKP Hamsal.
Akibat perbuatannya, Beben Kusnadi akan dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian, dengan ancaman hukuman 1 maksimal 15 tahun penjara.
Kasus duel maut ini menjadi peringatan bagi semua pihak untuk tidak menyelesaikan masalah dengan kekerasan. Pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih bijak dalam menyelesaikan masalah dan tidak mudah terprovokasi oleh emosi.
