Remaja Rampok Sekaligus Bunuh Lansia 70 Tahun di Sumatera Utara
Kekejaman tak terduga kembali terjadi di Sumatera Utara. Seorang remaja tega melakukan perampokan yang berujung pada tindakan bunuh lansia berusia 70 tahun. Insiden tragis ini mengejutkan warga dan menimbulkan kemarahan publik, menyoroti meningkatnya angka kriminalitas di kalangan usia muda.
Baca Juga: Korupsi SPPD Fiktif: Dua Pejabat DPRD Bengkulu Utara Ditahan
Peristiwa mengerikan ini terungkap pada Jumat pagi, 16 Mei 2025, di sebuah rumah di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Korban, seorang wanita lansia berinisial Ibu Juminah (70), ditemukan tak bernyawa di dalam rumahnya dengan tanda-tanda kekerasan. Saksi mata, Bapak Ahmad (55), tetangga korban, yang curiga karena rumah Ibu Juminah sepi sejak pagi, akhirnya memberanikan diri mengecek dan menemukan kejadian tersebut.
Setelah menerima laporan, tim dari Polsek Percut Sei Tuan dan Satreskrim Polrestabes Medan segera tiba di lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Berdasarkan bukti awal dan keterangan saksi, kecurigaan mengarah pada seorang remaja berinisial RS (17), yang dikenal sering berkeliaran di sekitar lingkungan korban. Tidak butuh waktu lama, bunuh lansia RS berhasil diringkus pada Sabtu dini hari, 17 Mei 2025, di tempat persembunyiannya di sebuah gubuk kosong.
Menurut keterangan Kasatreskrim Polrestabes Medan, Kompol Andry Agustian, SH, SIK, MH, pada Sabtu sore, motif sementara pelaku adalah perampokan. Pelaku nekat bunuh lansia Ibu Juminah karena panik aksinya tepergok saat hendak mengambil barang berharga di rumah korban. “Pelaku telah mengakui perbuatannya dan kami sedang mengumpulkan bukti-bukti tambahan. Karena masih di bawah umur, penanganannya akan mengikuti aturan peradilan anak,” jelas Kompol Andry. Sejumlah barang berharga milik korban, seperti perhiasan dan uang tunai, ditemukan hilang.
Kasus bunuh lansia yang dilakukan oleh remaja ini tentu sangat mengguncang. Ini menjadi alarm serius tentang moralitas dan penanaman nilai-nilai di kalangan generasi muda. Pemerintah dan elemen masyarakat perlu bekerja sama lebih keras dalam program pencegahan kriminalitas remaja, serta memberikan perhatian khusus pada faktor-faktor yang mendorong tindakan kejahatan seperti ini. Diharapkan, proses hukum dapat berjalan adil dan memberikan efek jera, sekaligus menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan melindungi kelompok rentan.
